Oleh: Haris Jaya Dipraga S.Pd.I, Bina Rohani RS Islam Yogyakarta PDHI

Manusia adalah ciptaan Allah yang paling indah, tinggi derajatnya dibandingkan dengan mahluk Allah yang lain. Karena manusia diberi kelebihan berupa akal dan fikiran agar dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Dengan keistimewaannya tersebut diharapkan manusia dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat. Sesuai dengan tujuan penciptaannya, maka tinjauan tentang hakekat manusia dengan berbagai dimensi kemanusiaannya, potensinya dan permasalahannya menjadi titik tolak bagi pentingnya kegiatan bimbingan dan keagamaan bagi manusia, di mana salah satu dari tujuan bimbingan dan keagamaan adalah untuk memelihara dan mencapai kesehatan mental.

Jadi jelas, bahwa sasaran bimbingan keagamaan adalah manusia dengan berbagai latar kehidupannya. Salah satu latar kehidupan manusia di masyarakat adalah rumah sakit khususnya pasien rawat inap terutama yang menderita penyakit kronis mengalami kecemasan, ketakutan, kesedihan bahkan putus asa dalam menghadapi penyakit yang dideritanya.

Pada dasarnya manusia menginginkan dirinya sehat, baik jasmani maupun rohani, Allah menurunkan Al-Qur’an yang didalamnya ada petunjuk dalam pengobatan terhadap penyakit yang menjangkit pada diri manusia baik fisik maupun psikis, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra: 82 yang Artinya:“Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Q.S. Al- Isra/17: 82)

Namun Sebagian besar orang yang sedang sakit akan mengalami timbulnya goncangan mental dan jiwanya karena penyakit yang dideritanya. Pasien yang mengalami kondisi tersebut sangat memerlukan bantuan spiritual yang dapat menimbulkan rasa optimis dan selalu sabar dalam menghadapi cobaan dari Allah. Disitulah peran seorang pembina rohani sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan medis bagi kesembuhan pasien. Sebagaimana Allah telah memerintahkan manusia untuk saling menasehati dalam kesabaran sehingga mampu bersabar dalam menghadapi segala musibah yang menghadangnya, baik itu ujian, cobaan, ataupun peringatan dari Allah. Karena jika dia sabar, maka Allah akan menampakkan kebaikannya, dengan tujuan agar selanjutnya manusia bisa memahami kemaslahatan yang tersembunyi dibalik itu.

Pembimbing rohani Islam adalah seorang pembimbing yang berperan dalam proses pemeliharaan, dan penjagaan aktivitas ruhaniah pasien agar keadaan jiwa pasien dapat berada dalam situasi dan kondisi yang tenang, sabar, dan dapat termotivasi untuk sembuh. Kondisi pasien yang sedang mengalami sakit fisik, secara psikologis akan mengalami gangguan mental yang akan menyebabkan kecemasan, mudah putus asa dan jiwa tidak tenang, oleh karna itu perlu adanya bimbingan rohani agar pasien memperoleh kesabaran dan dapat menerima sakitnya bahwa itu adalah cobaan dari Allah SWT.

Hal ini juga dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah dan Abu Said, keduanya mendengarkan Rasullah SAW, Bersabda: Artinya: “Tidak seorang mukmin pun yang ditimpa suatu cobaan, derita, penyakit, kesedihan bahkan keraguan yang datang menerpanya kecuali Allah hapuskan darinya semua kesalahannya.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Namun dalam kenyataannya sebagian besar orang yang menderita sakit tidak bisa menerima keadaannya. Dalam kondisi seperti ini mereka  menghadapi dilema di luar kemampuannya. Seperti, perasaan cemas, marah, tidak percaya  diri dan mudah putus asa, dengan kondisi semacam itu maka perlu adanya bimbingan keagamaan bagi pasien di rumah sakit. Dengan tujuan agar pasien mendapatkan keikhlasan, kesabaran, ketenangan dan dapat memotivasi kesembuhannya.

Bimbingan rohani Islam merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan kepada pasien untuk menuntun pasien agar mendapatkan keikhlasan, kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi sakit.

Bentuk pelayanan rohani ini menitik beratkan kepada pasien bahwa kesembuhan dan kesehatan adalah rahmat serta kekuasaan Allah SWT. Menyadari hal tersebut seharusnya seluruh layanan rumah sakit khususnya rumah sakit  yang mempunyai pelayanan rohani perlu memberikan dua bentuk pelayanan yaitu : Pertama Pelayanan aspek fisik yaitu perawatan dan pengobatan (medik) yang kedua pelayanan aspek non fisik yaitu rohani dalam bentuk santunan agama (spiritual) Kedua bentuk layanan tersebut harus dikerjakan secara terpadu (holistik) agar diperoleh hasil yang baik yaitu menolong dan membina manusia seutuhnya dengan fitrahnya.

Santunan spiritual disini didasarkan atas seruan agama bahwa tiap-tiap muslim itu terbebani kewajiban menyampaikan ajaran agamanya (berdakwah) dengan tujuan:

  1. Menyadarkan penderita agar dia dapat memahami dan menerima cobaan yang sedang
  2. Ikut serta memecahkan dan meringankan problem kejiwaan yang sedang dideritanya.
  3. Memberikan pengertian dan bimbingan penderita dalam melaksanakan kewajiban keagamaan harian yang harus dikerjakan dalam batas kemampuannya.
  4. Perawatan dan pengobatan dikerjakan dengan berpedoman tuntunan Islam, memberikan makan, minum obat dibiasakan diawali dengan “Bismillahirrahmanirrahim” dan diakhiri dengan bacaan “Alhamdulillahirobbilalamin”.
  5. Menunjukkan perilaku dan bicara yang baik sesuai dengan kode etik kedokteran dan tuntunan
  6. serta dapat memotivasi kesembuhan pasien

Berdasarkan tujuan di atas diharapkan para pembimbing rohani bisa membimbing pasien dengan diniatkan semata-mata untuk mengabdikan diri dan mengabdi kepada Allah dan mencari keridhaan-Nya. Dengan demikian visi bimbingan rohani Islam yang merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan kepada pasien agar mendapatkan keikhlasan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan dapat teratasi serta dapat memotivasi kesembuhan pasien itu sendiri.

Jadi, yang harus diperhatikan oleh rumah sakit Islam dalam memberikan pelayanan dan pengobatan kepada pasien selain melalui diagnose obat oleh dokter juga harus diberikan nasehat dan pengarahan kepada pasien untuk selalu sabar dan ikhlas dalam menerima cobaan dari Allah agar dapat mengamalkan ajaran agama dan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.

Selain untuk memotivasi kesembuhan pasien, tujuan dari rumah sakit Islam adalah memberikan santunan keagamaan, agar pasien tetap menjalankan ibadah walaupun sedang sakit. ini merupakan upaya pemberian bimbingan rohani Islam yang dilakukan oleh pembimbing rohani.

Sejalan dengan penjelasan di atas pengertian bimbingan rohani Islam bagi pasien yang dimaksud adalah pelayanan yang memberikan santunan rohani kepada pasien dan keluarganya dalam bentuk pemberian motivasi agar tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan, dengan memberikan tuntunan do’a, cara bersuci, shalat, dan amalan ibadah lainya yang dilakukan dalam keadaan sakit.

Sebagaimana peranan pembimbingan rohani bagi pasien di atas memiliki makna yang luas, menyangkut semua aspek kehidupan manusia, dengan adanya layanan rohani dalam bentuk sentuhan keagamaan yang dilakukan oleh petugas rohani diharapkan pasien dapat merasa lebih damai, tentram, lebih sabar dalam menghadapi sakitnya dan dapat termotivasi untuk sembuh. Dimuat di Republika, Rabu 6 Maret 2019.

Print Friendly, PDF & Email
Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019-IT Kreatif

For emergency cases