RS Islam Yogyakarta PDHI bekerjasama dengan Pemkab Sleman melalui Badan P3AP2KB menggelar bakti sosial pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim atau Intra Uterine Device (IUD) dan implant gratis bagi masyarakat Sleman dan sekitarnya, di gedung pertemuan RSIY PDHI, Kamis (29/3).

Ibu-ibu sedang antri mendaftar untuk mendapatkan pelayanan KB gratis.

Bakti sosial tersebut merupakan salah satu kegiatan untuk menyongsong hari jadi Kabupaten Sleman yang ke-102, Mei mendatang. Dalam baksos tersebut, pemasangan alat KB (Keluarga Berencana) dilakukan dua hal, yakni pemasangan dan pelepasan IUD dan implant. Semuanya tergantung kebutuhan para warga yang ingin memanfaatkan layanan gratis tersebut.

Dalam pelaksanaan baksos ini, antusias masyarakat sangat tinggi. Hal ini terlihat dari animo masyarakat yang mendaftar cukup banyak. Dari target awal 80 peserta menjadi ratusan peserta yang mendaftar untuk mendapat layanan pemasangan alat KB gratis ini.

Antusias dan animo masyarakat yang tinggi tersebut menandakan semakin sadarnya masyarakat terhadap program keluarga berencana. Hal ini sejalan dengan pemerintah Kabupaten Sleman yang terus mencanangkan program KB, agar terwujud keluarga sejahtera.

Petugas kesehatan RS Islam Yogyakarta PDHI tengah memasang KB Implant kepada ibu-ibu.

Selain itu, masyarakat tidak perlu takut terhadap efek samping KB jenis IUD atau pun implant. Sebab selama ini, banyak berseliweran anggapan di masyarakat bahwa IUD dan implant bisa menimbulkan kegemukan sehingga mengganggu penampilan. Padahal hal itu tidaklah benar. Karena gemuk itu terjadi karena pola makan, bukan karena alat kontrasepsi yang ditanam dalam tubuh.

IUD yang ditanam di tubuh bisa bertahan hingga tujuh tahun. Setelah masa itu harus dilepas. Sementara untuk yang implan bisa ditanam hingga waktu tiga sampai empat tahun.

Print Friendly, PDF & Email
Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019-IT Kreatif

For emergency cases