Angkat kematian ibu hamil di Sleman memang mengalami trend penurunan setiap tahunnya. Akan tetapi, penyebab kematian tersebut masih didominasi oleh penyabab yang sama, yaitu pendarahan. Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) wilayah ranting Sleman Timur, Isti Triyani menyampaikan itu dalam acara Seminar Kesehatan Para Bidan PPKI di Wilayah Sleman dan Klaten, di gedung pertemuan RSIY PDHI, Sabtu (8/9).
“Penyebab kematian ibu didominasi oleh pendarahan, sebanyak 27%”, katanya.
Isti menjelaskan, pada tahun 2018 sampai bulan Juni, angka kematian ibu melahirkan tercatat baru 4 orang. Sedangkan untuk bayi lahir meninggal di tahun ini sudah mencapai angka 30 kasus. “Penyebab utama bayi lahir meninggal adalah gangguan pernapasan,” katanya.

Ibu-Ibu Bidan dari PPK I sedang mengikuti seminar kesehatan di RSIY PDHI.

Menurut Isti, meskipun secara trend, angka kematian tersebut menurun, namun sebagai bidan kita turut bertanggungjawab untuk meminimalisir angkat tersebut. ia mengingatkan kepada para bidan PPK I yang mengikuti acara tersebut bahwa profesinya itu memiliki tugas mulia. “Salah satunya adalah bagaimana menurunkan angkat kematian ibu hamil dan bayi lahir,” jelasnya.
Dari IBI sendiri, Isti memiliki upaya-upaya untuk meminimalisir kejadian tersebut. di antaranya adalah upaya pencegahan komplikasi, bukan lagi menunggu terjadinya komplikasi. “Karena itu, menyarankan untuk melakukan pemeriksaan antenatal terpadu untuk secara dini mendeteksi bila adanya gangguan kehamilan,” jelasnya.
Pihaknya juga mensyaratkan kepada PPK I untuk bisa menyediakan persalinan yang bersih dan aman. Selain itu, bidan juga harus dapat melakukan deteksi dini pada ibu hamil bila ada kelaian-kelainan pada kehamilan. “Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses penangan bila terjadi kelaianan pada ibu hamil,” kata Isti.
Upaya yang tidak kalah penting adalah bagaimana membuat rujukan. Bila pemeriksaannya sudah baik, maka bidan PPK I juga harus cermat dalam melakukan rujukan, sesuai dengan kondisi pasiennya. “Bidan harus bisa melakukan deteksi dini dan melakukan rujukan yang tepat untuk segala keluhan dan gangguan bagi ibu hamil, agar kejadian kematian bisa diminimalisir,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur RS Islam Yogyakarta PDHI, dr. H. Bima Achmad Bina Nurutama mengapresiasi seminar kesehatan untuk para bidan dari PPK I ini. Seminar ini selain memberi tambahan wawasan kepada bidan-bidan PPK I juga sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi antara Faskes I dan pihak Rumah sakit.

Print Friendly, PDF & Email
Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019-IT Kreatif

For emergency cases