Pemeriksaan Pep Smear di RSIY PDHI


RS Islam Yogyakarta PDHI bekerja sama dengan Parahita menggelar pemeriksaan Pap Smear gratis bagi peserta BPJS, di gedung UGD lantai 3 RSIY PDHI, Sabtu (23/3). Pemeriksaan ini diikuti oleh seratus peserta yang tersebar di DIY dan Klaten. Menurut panitia, dr. Amin Mujib B, pemeriksaan gratis ini merupakan wujud dari misi RSIY PDHI yang peduli terhadap kaum dhuafa.

Selain itu, menurutnya, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya untuk mendeteksi secara dini adanya kanker serviks pada wanita. Hal ini mengingat, jumlah penderita kanker serviks di Indonesia tertinggi ke-2 di dunia. ‘Sedikitnya 21 ribu kasus setiap tahun terjadi di Negara kita,” jelas dr. Amin.

Menurut Amin, salah satu penyebab utama dari banyaknya kasus tingginya kanker serviks ialah kurangnya kesadaran masyarakat dalam memeriksakan secara dini untuk mendeteksi penyakit tersebut. “Setidaknya pemeriksaan Pep Smear dilakukan satu tahun sekali dan bila ada gejala bisa dilakukan setiap enam bulan sekali,” jelasnya.

Pap Smear adalah prosedur pengambilan dan pemeriksaan sampel sel dari leher rahim, untuk melihat ada tidaknya kelainan yang dapat mengarah kepada Kanker serviks. Pemeriksaan ini perlu dilakukan secara berkala, sesuai usia dan faktor risiko yang dimiliki. “Pemeriksaan Pap Smear dianjurkan bagi wanita usia subur yang sudah menikah atau aktif secara seksual. Wanita usia subur yaitu dalam rentang usia 20-45 tahun,” jelas dr. Amin.

Meski demikian, dr. Amin mensyaratkan bagi wanita yang ingin melakukan pemeriksaan Pap Smear ini. Menurutnya, sebelum menjalani pemeriksaan Pap smear, disarankan agar tidak berhubungan seksual ataupun mencuci vagina dengan pembersih vagina setidaknya selama 2-3 hari. Hal ini dilakukan agar hasil pemeriksaan Pap smear dapat lebih akurat. “Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan beberapa hari setelah atau sebelum menstruasi,” jelasnya.

Lebih jauh, dr. Amin menjelaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan dengan mengumpulkan sel-sel yang ada di leher Rahim dan sel-sel tersebut kemudian dites di laboratorium. Pemeriksaan Pep smear dapat menunjukkan perubahan sel atau tanda-tanda jika di dalam tubuh sudah atau akan berkembang sel kanker di mulut Rahim. “Sehingga semakin awal melakukan Pap Smear akan semakin dapat mencegah sel kanker berkembang lebih parah,” katanya.

dr. Amin berharap, dengan adanya program pemeriksaan pap smear gratis ini dapat meningkatkan derajat kesehatan perempuan. Melalui deteksi dini pemeriksaan adanya kanker serviks pada wanita sehingga mampu menurunkan angka kejadian kanker serviks. “Dengan deteksi dini, risiko kanker serviks dapat diminimalisir sehingga dapat menurunkan angka kejadian di Indonesia yang begitu banyak,” tandasnya.