Olahraga itu tidak Bermanfaat!

Olahraga berkuda

Oleh : Suhartanto, SSt.FT

Olah raga itu tidak bermanfaat, dari dulu saya begini- begini saja padahal sudah berolah raga”. Pernah kah anda mendengar curhatan atau cerita dari keluarga, teman atau malah mengalami sendiri ungkapan seperti ini. Apakah yang sebenarnya terjadi, benarkah olahraga itu tidak bermanfaat? Apakah ada yang salah dalam kita berolah raga? Marilah kita bahas secara sederhana apakah sebenarnya olah raga itu.

Ada tiga istilah yang berkaitan dengan olah raga yang sering di campur adukan, di anggap sepele sehingga tujuan dari olah raga tersebut tidak tercapai. Tiga istilah tersebut secara sederhana dapat kita sebut sebagai aktifitas fisik, pertandingan dan latihan fisik. Boleh jadi selama ini kita salah mengartikan atau menempatkan ke tiga hal tersebut dalam cara kita berolahraga sehingga tujuan kita berolah raga tidak tercapai.

Aktifitas fisik adalah gerakan yang melibatkan kontraksi otot. Kegiatan apa pun yang kita lakukan sepanjang hari yang melibatkan gerakan otot seperti pekerjaan rumah tangga, berkebun, berjalan, menaiki tangga bahkan mencatat saat belajar. Tidak ada pengaturan waktu khusus dalam melakukanya. Tidak ada spesifikasi gerakan khusus dalam melakukanya. Target utama dari “aktifitas otot” ini adalah selesainya pekerjaan. Apakah dengan melakukan aktifitas ini kapasitas paru meningkat? Kebugaran meningkat? Elastisitas otot meningkat? Kekuatan otot meningkat? Apakah ini yang dimaksud dengan berolah raga? Dalam beberapa kasus, aktifitas fisik tidak dapat di masukan kedalam olah raga atau latihan fisik karena dosis latihan yang di harapkan tidak tercapai. Saat dosis tidak tercapai, efek positif dari olah raga tidak akan tercapai. Salah satu dosis latihan yang dapat dengan mudah diukur adalah  peningkatan detak jantung selama latihan dilakukan.

Pertandingan adalah permainan olah raga, bisa disebut juga sebagai kompetisi. Bisa artikan permainan, karena benar-benar bermain-main atau pertandingan disini bisa diartikan pertandingan resmi olah raga, kedua hal ini sama- sama pertandingan tetapi jelas keduanya berbeda dalam konsentrasi dan tekanan mentalnya. Tujuan utama dari permainan ini adalah menang. Saat pertandingan, kita  sering tidak memperhatikan apa yang terjadi kepada tubuh kita, sering memaksakan diri, serta tidak jarang mengeluarkan seluruh tenaga untuk mendapat kemenangan. Tidak jarang terjadi cidera olah raga saat melakukan pertandingan ini. Apakah dengan melakukan pertandingan ini kapasitas paru meningkat? Kebugaran meningkat? Elastisitas otot meningkat? Kekuatan otot meningkat? Gambaran kontras dari pertandingan ini misal klub bola Barcelona melawan klub bola di kampung kita, kira-kira kiper dari klub Barcelona apakah bisa dikatakan berolah raga? Karena selama 90 menit pemain kita belum tentu dapat menyerang gawang kiper tersebut. Apakah pertandingan ini dapat di masukan kedalam olahraga/latihan fisik? Tentu saja tidak.

Latihan fisik adalah bentuk aktivitas fisik yang spesifik atau aktivitas fisik terukur, terencana dan terarah yang dilakukan dengan tujuan memperoleh kebugaran atau manfaat kesehatan lainnya. Jenis latihan tergantung target yang di capai, dengan waktu olah raga 4 x dalam seminggu.  mungkin inilah yang paling tepat diartikan sebagai olah raga yang kita maksud selama ini. Misal ingin meningkatkan kebugaran, bentuk latihan yang dipilih bisa latihan aerobic. Latihan dilakukan 3 kali seminggu, durasi latihan 15 – 20  menit, tidak dianjurkan lebih dari 60 menit. Target detak jantung adalah peningkatan 60 -85 % dari jumlah detak jantung maksimal saat istirahat, kira – kira 110 sampai 150 detak per menit. Tipe latihan yang dapat dipilih : jogging, bersepeda, permainan, berenang, senam, permainan olah raga dan lainnya.  Ini merupakan contoh design latihan peningkatan kebugaran.  Latihan penurunan berat badan bisa menggunakan latihan pembentukan otot memiliki spesifikasi tersendiri.  Latihan untuk meningkatkan kecepatan memiliki bentuk latihan tersendiri.

Mari kita bandingan beberapa kegiatan olah raga berikut ini, apakah masuk dalam aktifitas fisik, pertandingan atau latihan fisik? Apakah ini yang sudah kita lakukan sehingga kita “berputus asa” dengan olah raga ?

Berikut ini ada 3 versi kegiatan dengan bersepada, manakah yang bisa kita sebut sebagai olahraga untuk kebugaran mana yang dapat kita kategorikan sebagai aktifitas otot biasa. Bersepeda versi pertama : Setiap libur kerja, pada hari ahad, saya bersepeda keliling jogja sampai “mandi keringat”, menempuh jarak lebih dari 30 km, mulai dari pagi sampai siang. Versi kedua : pada hari ahad, saya ikut lomba cepat bersepeda dengan jarak 10 km. Versi ke tiga : setiap selesai subuh, saya bersepeda 20 menit setiap hari. Versi pertama merupakan aktifitas otot biasa karena tidak ada pengulanngan dan dosis latihan yang jelas. Versi kedua adalah pertandingan. Versi ketiga inilah yang dinamakan olah raga kebugaran.

Seminggu sekali saya bermain futsal selama 2 jam, selama bermain kadang saya berganti – ganti posisi sebagai penyerang dan kiper. Saat terbawa suasana saya sering memaksakan diri untuk memenangkan permainan. Apakah ini aktifitas fisik biasa? Atau pertandingan? Jawabanya: Ini tidak bisa dimasukan ke kategori latihan fisik karena tidak ada spesifikasi latihan, waktu dan durasi tidak teratur. Memaksakan diri dan kondisi stamina ini adalah hal yang khas dari pertandingan atau kompetisi. Mungkin hal yang berikut inilah yang dapat di maksudkan sebagai olah raga, saya berlatih lari  45 menit sampai 1 jam selama  4 hari dalam seminggu agar saya memiliki stamina yang baik saat bertanding futsal. Inilah olah raga untuk daya tahan.

Inilah sedikit gambaran tentang tiga istilah dalam olah raga yang kita bahas secara mudah dan sederhana. Tujuan dari pembahasan singkat ini adalah agar pembaca dapat memilih aktifitas olehraga yang tepat sesuai target yang diharapkan karena Olah raga sangat bermanfaat bagi kesehatan kita.