Hemodialisa

Hemodialisa adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Kapan saya harus melakukan hemodialisa? Hemodialisa dilakukan bila ginjal anda sudah tidak mampu melaksanakan fungsinya atau biasa disebut dengan gagal ginjal. Hemodialisis dilakukan secara rutin, 2-3 kali dalam seminggu. Setiap sesi berlangsung selama 4 sampai 5 jam

Gagal ginjal dapat dibagi dua yaitu gagal ginjal akut dimana fungsi ginjal terganggu untuk sementara waktu sehingga hemodialisa dilakukan hanya hingga fungsi ginjal membaik dan gagal ginjal kronis dimana fungsi ginjal rusak secara permanen akibatnya hemodialisa harus dilakukan seumur hidupnya.

Dokter akan menilai dan menentukan kapan pasien perlu memulai hemodialisis berdasarkan keadaan umum, fungsi ginjal, serta keluhan dan tanda yang ditemukan. Pada penyakit ginjal tahap akhir, pasien dapat merasakan keluhan seperti mual, muntah, bengkak seluruh tubuh, sesak nafas, atau lemas. Dokter akan memeriksa fungsi ginjal dengan menilai laju filtrasi glomerulus melalui pemeriksaan darah dan urin.

Klinik Hemodialisa RS Islam Yogyakarta PDHI dalam pendiriannya bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam hal penyediaan fasilitas kesehatan hemodialisa atau cuci darah yang sesuai standar dan mutu, dimana saat ini Jumlah pasien dengan kebutuhan tindakan cuci darah kian hari makin meningkat. Klinik Hemodialisa RS Islam Yogyakarta PDHI telah bekerjasama dengan BPJS sehingga membantu masyarakat dalam pengobatan gagal ginjal terminal atau gangguan ginjal yang membutuhkan terapi hemodialisa sesuai anjuran dokter.

Klinik Hemodialisa kami berusaha memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna. Tidak Hanya melakukan tindakan cuci darah / hemodialisa tapi juga memberikan informasi dan edukasi serta konseling oleh Tim Medis, Psikolog dan Ahli Gizi bagi pasien maupun keluarga pasien

Print Friendly, PDF & Email